Pages

Kamis, 22 Maret 2012

Hentikan Tomcat, Jangan Buru Tokek




Metrotvnews.com, Surabaya: Serangan kumbang rove (tomcat) di berbagai daerah di Jawa Timur tak bisa dilepaskan dari langkanya tokek karena perburuan. Forum Konservasi Satwa Liar (Foksi) Jawa Timur mengatakan tokek menjadi predator atau pemangsa dari tomcat. Karena itulah mereka meminta warga untuk menghentikan perburuan tokek liar.

"Selain rusaknya habitat, serangan tomcat juga karena perubahan rantai makanan di alam," kata Manager Program Forum Konservasi Satwa Liar (Foksi) Jawa Timur Indra Harsaputra, di Surabaya, Kamis (22/3).

Menurut dia, pada Maret 2012 adalah puncak produktivitas serangga jenis wereng yang menjadi makanan tomcat. Sementara jumlah predator tomcat yaitu tokek berkurang karena perburuan.

Hingga saat ini, lanjut dia, tidak ada data resmi soal populasi tokek (Gekko gecko) di Indonesia. Namun berdasarkan data dari Pengendali Ekosistem Hutan Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo menyebutkan kuota tokek hasil tangkapan di alam secara nasional 50.000 ekor.

Selanjutnya, lanjut dia, tokek kering akan diterbangkan ke Hong Kong, melengkapi tokek dari Thailand dan Kamboja, untuk diolah menjadi ramuan penyembuh sejumlah penyakit.

Selain berkhasiat sebagai obat penyakit kulit (gatal), daging tokek juga mampu melawan perkembangan kanker. Prof Wang dari Universitas Henan China, dalam World Journal of Gastroenterology (Juli 2008) mengatakan tokek bisa menambah kekebalan tubuh dan juga menginduksi apoptosis dari sel tumor dan menekan ekspresi protein perkembangan kanker.(Ant/BEY)

0 komentar:

Posting Komentar